sesaat aku menoleh, melewati daun jendela kamarku,
sesaat aku berpaling ke arah lain,
aku terkagum pada sesosok pujian,
pujian setiap mahluk bernama adam,
Matanya menatap teduh pada rohku,
lesung pipinya yang merona bagai bunga mekar,
aku rasa ada kepingan surga dihatinya,
semakin menambah keanggunan kerudung labuhnya,
Dalam ruang gelap, lilin kecil, asap rokok
dan iringan musik simphony mozart,
semakin mebuatku ringkih, tak beraturan,
Dia menyelamatkan aku dari kesalahan terbesar,
Dan rangkaian kata Ratih Mufti pun mengalir,
Tuhan memanggil nama itu dan namaku,
Sejenak aku tersadar kembali dari lamunan,
Hei, chandra!! dengar.....
angin malam mengucapkan sesuatu,
bisikan apakah gerangan itu?
Hanya bisikan untuk melangkah ke simphony
cinta yang agung....
"Dibuat dari lamunan - 22.11.2003"
0 Comments:
Post a Comment
<< Home